oleh

Dampak Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar & Mabes Polri, Polres Dompu Ekstra Ketat Jaga Mako

Berita Lainnya
Vaksinasi Anak Usia 6 – 11 tahun Dilaunching di Kabupaten Sumbawa Barat

KSB, INDOCHANEL.COM – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jum’at 17/12/21 melaunching vaksinasi antivirus Corona (Covid-19) Read more

Akselerasi Vaksin Antivirus Corona,  1.096 Orang Berhasil Divaksin di KSB

KSB, INDOCHANEL.COM – Upaya Pemerintah untuk mewujudkan target vaksin 70 persen jumlah penduduk secara nasional di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Read more

BINDA NTB, Selenggarakan Vaksinasi Antivirus Covid-19 pada Siswa Sekolah Dasar

LOMBOK UTARA, INDOCHANEL.COM  – Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selenggarakan vaksin antivirus bagi anak-anak usia Read more

Genjot Capaian Target 70 Persen Vaksinasi, Polresta Mataram Jemput Bola

MATARAM, INDOCHANEL.COM – Untuk mempercepat pencapaian target 70 persen vaksin di kalangan warga Kota Mataram, Polres setempat mengambil langkah maju Read more

DOMPU – Aksi bunuh diri di Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan (Sulses) dan penyerangan Mabes Polri oleh perempuan yang diduga jaringan teroris, berdampak pada pengamanan ketat yang harus dilakukan di seluruh Markas Komando (Mako) di Kabupaten dan Kota, termasuk diantaranya Mako Polres Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat SH SIK, mengatakan bahwa, kondisi ini membuatnya harus memerintahkan kepada seluruh anggota untuk lebih ketat melakukan patroli pengamanan di semua lini.

Hanya saja lanjut Kapolres, pihaknya tidak menghendaki adanya penyekatan wilayah dengan melakukan pemeriksaan seperti di perbatasan antara kabupaten dan Kota.

Kapolres juga mengaku bahwa saat ini, teroris menargetkan Kepolisian untuk dilemahkan sehingga diperintahkan kepada seluruh anggota Kepolisian guna lebih mewaspadai setiap hal – hal yang mencurigakan.

Demikian pula di setiap wilayah terutama dimulai dari tingkat Desa, Kapolres memerintahkan untuk diberlakukan “Wajib Lapor” 1 X 24 jam. “Ketua RT wajib mengetahui adanya orang asing (orang luar daerah) yang masuk dan segera melapor ke Babinsa maupun Babinkamtibmas”, tegas Syarif.

Sebagaimana dilansir dari kompas.com seorang perempuan berinisial ZA diduga teroris menyerang seorang diri Markas Besar Polri di Truno Joyo, Jakarta, Rabu (31/3/2021) sore.

Perempuan muda itu berhasil masuk ke kompleks Mabes Polri yang dijaga sangat ketat, lalu menyerang para polisi dengan senjata api.

Setelah enam kali menembak ke berbagai arah di dekat pos penjagaan depan Mabes Polri, ZA tewas ditembak polisi.Tak butuh lama bagi polisi mengetahui siapa pelaku.

Setelah mengecek identitas yang ditemukan dan mencocokkan dengan data sidik jari, polisi memastikan pelaku adalah ZA. (Ich-05)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru