oleh

Kasus Pengadaan Bibit Jagung, Jaksa Tahan 3 Orang Tersangka

Berita Lainnya
Genjot Capaian Target 70 Persen Vaksinasi, Polresta Mataram Jemput Bola

MATARAM, INDOCHANEL.COM – Untuk mempercepat pencapaian target 70 persen vaksin di kalangan warga Kota Mataram, Polres setempat mengambil langkah maju Read more

Menkes RI Tetapkan 4 Kabupaten di NTB Untuk Vaksinasi Anak Tahap Pertama

MATARAM, INDOCHANEL.COM – Empat Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI guna melaunching vaksinasi antivirus Read more

Kepala Dikes Lotim “Masih Terdapat Beberapa Kecamatan Yang Belum Capai 70 Persen Vaksin”

LOMBOK TIMUR, INDOCHANEL.COM  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih terus bekerja keras untuk Read more

BINDA NTB, Selenggarakan Vaksinasi Antivirus Covid-19 pada Siswa Sekolah Dasar

LOMBOK UTARA, INDOCHANEL.COM  – Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selenggarakan vaksin antivirus bagi anak-anak usia Read more

MATARAM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya mengambil tindakan penahanan terhadap tiga orang tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi pada kasus pengadaan bibit jagung di Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB.

“Mereka ditahan setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan oleh tim penyidik Kejati. Kasus ini terjadi pada tahun 2017”, ungkap Dedi Irawan SH,MH Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi NTB Senin, 12/04.

Untuk mengantisipasi terjadinya penularan dan penyebaran Covid-19 tiga tersangka sebelum dilakukan pemeriksaan hingga penahanan, kepada para tersangka diperiksa secara medis melalui Rapidtest Antigen yang hasilnya bahwa mereka negatif Covid-19.

Menurut Dedi, dampak yang ditimbulkan akibat kasus ini yakni telah terjadi kerugian negara yang nilainya tidak sedikit. Berdasar perhitungan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), lanjut Dedi, negara dirugikan sekitar Rp. 15 Milyar.

Para tersangka yang ditahan oleh Kejati NTB ini urai Dedi Irawan antara lain berinisial HF yang saat itu menjabat sebagai kuasa pengguna anggaran pada Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, IWW adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta LIH sebagai penyedia barang yakni Direktur PT WBS. “Mereka ditahan di Rumah Tahanan Polda NTB,” kata Dedi Irawan.

Pada kasus ini, para tersangka dinyatakan telah melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 jo Pasal 16 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang undang Nomor 21 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. (Ich-02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru