oleh

Malang Diguncang Gempa Bumi 6.7 SR

Berita Lainnya
Untuk Vaksin, Bhabinkamtibmas Buka Layanan Antar Jemput

KSB, INDOCHANEL.COM – Banyak cara dilakukan aparat Kepolisian dalam menggenjot capaian target 70 persen vaksinasi antivirus Covid-19 di tengah masyarakat. Read more

Akselerasi Vaksin Antivirus Corona,  1.096 Orang Berhasil Divaksin di KSB

KSB, INDOCHANEL.COM – Upaya Pemerintah untuk mewujudkan target vaksin 70 persen jumlah penduduk secara nasional di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Read more

Dirreskrimum Polda NTB Pantau Vaksinasi Antivirus Covid-19 di Sumbawa

SUMBAWA, INDOCHANEL.COM – Kegiatan percepatan vaksinasi antivirus Covid-19 di Kabupaten Sumbawa, mendapat perhatian khusus dari jajaran di Polda Nusa Tenggara Read more

Siklon Tropis Seroja Meningkat, 4 Provinsi Ini Diminta Waspada

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi prakiraan cuaca bahwa empat provinsi di Tanah Air berpotensi mengalami Read more

MALANG – Bencana alam gempa Bumi hari ini melanda Kabupaten Malang Jawa Timur (Jatim). Gempa yang terjadi pada sekitar pukul 14:00:15 WIB itu sebagaimana direview oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa pusat gempa bumi dengan kekuatan 6.7 SR, di 82 km Barat Daya Kabupaten Malang Jatim dan dipastikan bahwa Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami.

Informasi dari beberapa sumber INDOCHANEL.COM di Malang menyebutkan adanya sejumlah rumah penduduk dan fasilitas umum seperti tempat ibadah yang ambrok akibat guncangan gempa ini. Hanya saja belum ada pernyataan resmi dari pemerintah tentang berapa jumlah kerugian dan korban jiwa akibat musibah gempa dimaksud.

Dilansir dari KOMPAS.COM, Guncangan gempa bumi yang terjadi di Malang pada Sabtu 10/4 siang tidak hanya dirasakan di Jawa Timur dan sekitarnya, tetapi juga di sejumlah wilayah seperti Yogyakarta hingga Bali dan Lombok.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno MSi, dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan episenter gempa bumi ini berada di koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT. Tepatnya pusat gempa bumi ada di laut pada jarak 96 km ke arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 km.

“Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hipsenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi,” kata Bambang. Lantas, bagaimana guncangan gempa Malang sangat luas, terasa hingga Yogyakarta, Bali dan Lombok ?

Ahli Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Gayatri Indah Marliyani mengungkapkan gempa bumi ini terjadi di lepas pantai selatan Jawa Timur yang terjadi akibat proses subduksi. Proses tersebut terjadi pada kedalaman zona Benioff yang menandai batas lempeng antara kerak samudera Indo-Australia yang menunjam di bawah kerak benua Eurasia di lokasi ini yang berada pada kedalaman sekitar 80 km.

“Sehingga gempa yang terjadi siang tadi diinterpretasi terjadi pada batas lempeng yang menunjam atau istilah geologinya disebut gempa interslab,” jelas Gayatri saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (10/4/2021).

Lebih lanjut Gayatri mengatakan bahwa gempa ini tidak menyebabkan tsunami. Sebab, kedalaman pusat gempa cukup dalam dan kekuatan gempa tidak cukup besar untuk menyebabkan robekan di dasar laut yang signifikan bisa mengganggu tubuh air.

Akan tetapi, gempa bumi Malang ini telah menyebabkan guncangan keras yang dirasakan penduduk di wilayah Blitar dan Malang. Bahkan, getaran juga dirasakan hingga jarak ratusan kilometer dari episenter, hingga ke Yogyakarta. “Melihat magnitudo gempa yang terjadi dan kedalaman gempa, kecil kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan besaran yang signifikan,” kata Gayatri.

Gayatri menambahkan zona subduksi Jawa, khususnya yang berada di lepas pantai selatan Jawa Timur, memang merupakan wilayah yang produktif gempa. “Sama seperti yang ada di Jawa Barat, tetapi di selatan Jawa tengah relatif tenang kegempaannya,” imbuh Gayatri. (Ich-01)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru