oleh

Pemerintah Akan Segera Salurkan BLT UMKM 2021

Berita Lainnya
Akselerasi Vaksin Antivirus Corona,  1.096 Orang Berhasil Divaksin di KSB

KSB, INDOCHANEL.COM – Upaya Pemerintah untuk mewujudkan target vaksin 70 persen jumlah penduduk secara nasional di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Read more

Menkes RI Tetapkan 4 Kabupaten di NTB Untuk Vaksinasi Anak Tahap Pertama

MATARAM, INDOCHANEL.COM – Empat Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI guna melaunching vaksinasi antivirus Read more

Dirreskrimum Polda NTB Pantau Vaksinasi Antivirus Covid-19 di Sumbawa

SUMBAWA, INDOCHANEL.COM – Kegiatan percepatan vaksinasi antivirus Covid-19 di Kabupaten Sumbawa, mendapat perhatian khusus dari jajaran di Polda Nusa Tenggara Read more

Genjot Capaian Target 70 Persen Vaksinasi, Polresta Mataram Jemput Bola

MATARAM, INDOCHANEL.COM – Untuk mempercepat pencapaian target 70 persen vaksin di kalangan warga Kota Mataram, Polres setempat mengambil langkah maju Read more

INDOCHANEL.COM – Pemerintah kembali akan mencairkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) khusus untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bantuan yang mulai dicairkan sejak Agustus 2020, direncanakan untuk kembali disalurkan pada 2021 ini.

Dikutip dari COMPAS.COM, Program BLT UMKM ini dirancang dengan tujuan untuk pemulihan ekonomi nasional. Sehingga hanya diberikan pada pelaku usaha mikro yang belum bankable atau belum tersentuh kredit perbankan.

Lantas berapa kuota yang disediakan ? Diberitakan Antara, Kamis (1/4/2021), BLT UMKM 2021 kembali disalurkan untuk 9,8 juta pelaku usaha mikro dengan besaran Rp 1,2 juta per penerima.

Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan dalam waktu dekat jumlah penerima BLT UMKM akan bertambah 3 juta orang sehingga totalnya menjadi 12,8 juta orang.

Diberitakan Kompas.com, Kamis (1/4/2021), Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan tahun ini anggaran dan kuotanya memang berbeda. “Anggaran tahun ini bakal beda. Saat ini disetujui 12,8 juta penerima. Untuk besarannya Rp 1,2 juta bukan Rp 2,4 juta,” kata Teten.

Diketahui, besaran dana BLT UMKM dipotong 50 persen. Sebelumnya program ini menyalurkan dana sebesar Rp 2,4 juta per UMKM. Tapi tahun ini menjadi Rp 1,2 juta. Potongan ini dilakukan karena keterbatasan dana pemerintah.

Adapun tujuan dari program BLT UMKM tahun ini juga masih sama, yakni terkait pemulihan ekonomi namun di kuartal I sebagian sudah disalurkan.

Masih dari Antara, Teten menyebutkan pada kuartal I 2021, pemerintah telah menyalurkan BLT UMKM kepada sekitar 6,7 juta pelaku usaha mikro dengan nilai mencapai Rp 6,2 triliun.

Pelaku usaha mikro yang menerima bantuan tersebut, terdiri atas 5,8 juta penerima lama (penerima BLT UMKM 2020) dan sekitar 900.000 pelaku usaha mikro baru (penerima BLT UMKM 2021).

“Sisanya kami akan percepat, mudah-mudahan tengah bulan depan sudah selesai. Karena kami ingin mengejar kuartal I, untuk membangun optimistis market,” kata Teten.

Sebelumnya, Teten telah meminta masyarakat yang ingin mendapatkan BLT UMKM segera mendaftar dengan cara mengajukan diri ke Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kadiskop UKM) kabupaten/kota di wilayah masing-masing.

Beberapa dokumen yang disiapkan, yakni : Nomor Induk Kependudukan (NIK), Alamat tempat tinggal, Bidang usaha, Nomor telepon. Pelaku UMKM yang belum memiliki rekening masih bisa tetap mendaftar. Sebab, nantinya pelaku UMKM yang dinyatakan berhak menerima bantuan akan dibuatkan rekening oleh salah satu bank penyalur.

Adapun lembaga penyalurnya di tahun ini telah ditambah dari semula hanya Bank BRI dan BNI, kini ditambah dengan Bank Mandiri, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan PT Pos. “Pihak bank akan memanggil penerima untuk dibuatkan rekening dan nantinya akan menandatangani self declaration soal kelayakan menerima,” ungkap Teten. (Ich-02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru