oleh

PPKM, Bisnis Bunga Anggrek di NTB Menjanjikan Keuntungan Ratusan Juta

-Kesehatan-19 views
Berita Lainnya
Menkes RI Tetapkan 4 Kabupaten di NTB Untuk Vaksinasi Anak Tahap Pertama

MATARAM, INDOCHANEL.COM – Empat Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI guna melaunching vaksinasi antivirus Read more

Untuk Vaksin, Bhabinkamtibmas Buka Layanan Antar Jemput

KSB, INDOCHANEL.COM – Banyak cara dilakukan aparat Kepolisian dalam menggenjot capaian target 70 persen vaksinasi antivirus Covid-19 di tengah masyarakat. Read more

Akselerasi Vaksin Antivirus Corona,  1.096 Orang Berhasil Divaksin di KSB

KSB, INDOCHANEL.COM – Upaya Pemerintah untuk mewujudkan target vaksin 70 persen jumlah penduduk secara nasional di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Read more

MATARAM, INDOCHANEL.COM – Kebijakan Pemerintah tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata berdampak sangat bagus bagi pecinta tanaman hias terutama, bagi mereka yang menggandrungi bunga Anggrek. Karena tidak bisa bepergian dengan keluarga untuk menikmati liburan, khususnya bagi kalangan ibu-ibu rumah tangga, akhirnya cenderung memilih merawat bunga anggrek.

Eka Esni Sufeni  Ketua NTB Orchid Society yang ditemui pada acara silaturrahmi anggota NTB Orchid Society di Mataram Ahad 12/12/2021 mengakui adanya perkembangan jumlah pecinta bunga Anggrek di NTB. “selama ini, merawat bunga Anggrek hanya sebatas hoby namun, sekarang menjadi bisnis yang cukup menjanjikan”, ungkapnya.

Dengan semakin berkembangnya orientasi masyarakat dalam merawat bunga Anggrek, pengetahuan masyarakat di NTB tentang cara merawat bunga ini pun terus meningkat. Hal ini ditambah dengan sharing pengalaman dalam setiap pertemuan rutin para pecinta Bunga Anggrek yang dilaksanakan tiga kali per tahun.

“Selain itu wadah pecinta Bunga Anggrek ini, memiliki akun sosial media yang boleh  diakses oleh publik guna mendapatkan informasi tentang cara merawat bunga anggrek yang benar sehingga bunganya tetap tumbuh dengan indah.  Melalui akun ini banyak pecinta anggrek di NTB berinteraksi sehingga terbentuklah NTB Orchid Society ini”, jelasnya

Menurut Eka, saat ini sudah ada sekitar 60 orang anggota NTB Orchid Society yang sangat tekun merawat dan megelola bunga anggrek, bahkan mereka sudah mejadikan Anggrek sebagai bisnis yang menjanjikan keuntungan bagus. “mereka sudah tidak lagi berbicara tentang sekedar hoby akan tetapi membahas tentang pasar Bunga anggrek”, tukasnya.

Indah Trisnawati salah seorang anggota NTB Orchid Society yang juga penjual Bunga anggrek di jalan Dakota Rembiga Kota Mataram, mengaku betapa tingginya minat masyarakat NTB untuk merawat bunga Anggrek. Terbukti dari banyaknya warga dari berbagai kalangan yang datang membeli jenis bunnga Anggrek di tempat jualannya.

Melihat tingginya animo masyarakat yang menggandrungi bunga Anggrek, Indah kemudian bersikap tidak hanya sekedar membuat dagangannya laris, akan tetapi ikut bertanggungjawab memberikan edukasi kepada para konsumennya tentang cara merawat Bunga Anggrek.

“banyak yang senang dengan bunga anggrek tapi banyak juga diantara mereka yang tidak paham tentang cara merawatnya.  Untuk itu setiap ada pembeli, kami megedukai mereka agar tidak ada kesalahan dalam perawatan bunga anggrek yang mereka beli”, urainya.

Diketahui secara umum, terdapat sekitar 25 ribu jenis bunga anggrek di seluruh dunia, ada 4000 jenis bunga Anggrek yang ditemukan tersebar di berbagai penjuru nusantara, diantaranya, dari Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Papua, dan pulau-pulau lain.

Dia megakui, bahwa bisnis bunga Anggrek sangat mejanjikan keuntungan yang bagus meskipun sedang dalam penerapan PPKM akibat pandemi Covid-19. “bisa diperoleh keuntungan hingga ratusan juta rupiah per  bulan”, pungkasnya.

Adapun jenis yang paling familiar di kalangan pecinta bunga Anggrek di Indonesia adalah, Phalaenopsis, Vanda, Paphiopedilum, Dendrobium, Coelogyne, Bulbophyllum, Cymbidium.  (Ich-03)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru