oleh

Sejumlah Wilayah di Kabupaten Bima Terendam Banjir

Berita Lainnya
Malang Diguncang Gempa Bumi 6.7 SR

MALANG - Bencana alam gempa Bumi hari ini melanda Kabupaten Malang Jawa Timur (Jatim). Gempa yang terjadi pada sekitar pukul Read more

Untuk Vaksin, Bhabinkamtibmas Buka Layanan Antar Jemput

KSB, INDOCHANEL.COM – Banyak cara dilakukan aparat Kepolisian dalam menggenjot capaian target 70 persen vaksinasi antivirus Covid-19 di tengah masyarakat. Read more

Dirreskrimum Polda NTB Pantau Vaksinasi Antivirus Covid-19 di Sumbawa

SUMBAWA, INDOCHANEL.COM – Kegiatan percepatan vaksinasi antivirus Covid-19 di Kabupaten Sumbawa, mendapat perhatian khusus dari jajaran di Polda Nusa Tenggara Read more

Genjot Capaian Target 70 Persen Vaksinasi, Polresta Mataram Jemput Bola

MATARAM, INDOCHANEL.COM – Untuk mempercepat pencapaian target 70 persen vaksin di kalangan warga Kota Mataram, Polres setempat mengambil langkah maju Read more

KABUPATEN BIMA – Banjir bandang yang terjadi Jum’at 02/04 merendam beberapa wilayah di Kabupaten Bima provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ratusan rumah warga dan fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah terendam banjir.

Kondisi terparah yang terendam banjir yakni, di Kecamatan Monta, Kecamatan Belo, Kecamatan Woha, Kecamatan Bolo dan Kecamatan Mada Pangga.

Musibah banjir di Kabupaten Bima ini berawal dari hujan yang mengguyur sejak pukul 07 pagi hingga siang mengakibatkan terjadinya luapan air yang cukup tinggi di sejumlah wilayah. Akibat besarnya luapan banjir, dikhabarkan merendam rumah warga hingga bagian atap. Banyak harta benda yang luput diselamatkan akibat terhanyut banjir. Bahkan ada rumah warga yang dilaporkan hanyut terbawa derasnya banjir.

Banjir di Kabupaten Bima meluluh lantahkan areal pertambakan ikan milik para petani tambak di desa Talabiu, Desa Pena Pali, Desa Godo, Desa Pandai, Desa Sondo dan Desa Sanolo. “Semua lahan tambak ikan dan udang habis terrendam banjir. Tambak milik kami juga habis tergenang banjir”, ungkap H. Malik salah seorang petani tambak di Desa Pandai Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Katanya, bandeng yang di tambak sudah ukuran seharga Rp 5000 per ekor namun, panennya ditunda karena mau dijual pada saat memasuki bulan Ramadhan. “Allah berkehendak lain, justru banjir yang datang. Bukan cuma tambak saya, semua tambak yang ada di sini tertutup banjir”, terang H. Malik.

Sementara informasi lain yang berhasil dihimpun wartawan, banjir bandang juga terjadi di Kecamatan Mada Pangga, sejumlah rumah warga di Desa Tonda terseret banjir. “Rumah keluarga saya di Tonda hanyut terbawa banjir”, ungkap M. Ali kepada wartawan media ini.

Akibat banjir ini, sebuah jembatan yang menghubungkan desa Mpuri dan Desa Woro terancam putus karena sebagian badan jalan di areal jembatan tergerus banjir.

Sementara jembatan penghubung antara Desa Rade dan Desa Bolo sudah lebih awal ambruk akibat derasnya banjir yang menghantam wilayah tersebut. Akibatnya arus transportasi dari dan menuju Rade harus melalui jalur lain.

Dikhabarkan ada sebuah keluarga yang sedang panen padi di kawasan pertanian di Desa Woro yang masih tertahan di sebuah pondok persawahan karena terkepung banjir. Adapun gabah yang mereka panen habis terseret banjir.

Selain itu di sekitar Masjid Kampung Rato Sila terdapat sebuah rumah yang terlihat hanya atapnya saja, sedang rumah lantai dua di sebelahnya yang nampak hanya setengah bangunan.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang tentang kerugin yang diderita warga akibat banjir ini. Namun dapat ditaksir kerugian petani tambak saja bisa mencapai angka puluhan bahkan hingga ratusan milyar.

Pantauan wartawan di beberapa wilayah di Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa, hampir seluruh kawasan hutan di daerah ini dirambah oleh masyarakat untuk penanaman jagung. Harus diakui bahwa program budidaya jagung menjadi idola di seluruh kalangan masyarakat terlebih saat ini harga jagung melonjak hingga di angka Rp 4.200 (Empat Ribu Dua Ratus Rupiah) per Kilo Gram (Kg).

Hingga berita ini ditayangkan, hujan rintik-rintik masih mengguyur di Kota Kabupaten Dompu seakan belum mau reda. (ich-03)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru